|
|
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
Rangda, Ratu Leak dalam Mitologi Bali
Jumat, 16 Desember 2011. Rangda adalah ratu dari para leak dalam mitologi Bali. Makhluk yang menakutkan ini diceritakan sering menculik dan memakan anak kecil serta memimpin pasukan penganut sihir jahat melawan Barong, yang merupakan simbol kekuatan baik.
Menurut etimologinya, kata Rangda yang dikenal di Bali berasal dari Bahasa Jawa Kuno yaitu dari kata Randa yang berarti Janda. Rangda adalah sebutan janda dari golongan Tri Wangsa yaitu Waisya, Ksatria, Brahmana. Sedangkan dari golongan Sudra disebut Balu dan kata Balu dalam bahasa Bali alusnya adalah Rangda.
Perkembangan selanjutnya, istilah Rangda untuk janda semakin jarang kita dengar, karena dikhawatirkan menimbulkan kesan tidak enak mengingat wujud Rangda yang 'aeng' (seram) dan menakutkan serta identik dengan orang yang mempunyai ilmu kiri (pengiwa). Hal ini terutama kita dapatkan dalam pertunjukan-pertunjukan cerita rakyat. Dengan kata lain, ada kesan rasa takut, tersinggung dan malu bila dikatakan bisa neluh nerangjana (ngeleak). Sesungguhnya pengertian di atas lebih banyak diilhami cerita-cerita rakyat yang di dalamnya terdapat unsur Rangda. Cerita yang paling besar pengaruhnya adalah Calonarang.
Read more
Geothermal Bedugul Miliki Potensi Listrik 165 MW
Jumat, 16 Desember 2011. Pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) Bedugul di Kabupaten Tabanan Bali diprediksi akan mampu memproduksi listrik mencapai 165 megawatt. Tingginya potensi energy listrik ini diperkirakan akan mampu memenuhi tingginya kebutuhan listrik di Bali.
Prediksi tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Minderal Jero Wacik pada keterangannya di Denpasar, Kamis (15/12/2011)
Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan jika Geothermal Bedugul mampu dikembangkan maka akan memberi tambahan cadangan listrik bagi Bali. Apalagi pada 2017 mendatang Bali akan membutuhkan pasokan listrik mecapai 1000 megawatt.
Read more
Bali Lebih Selektif Terima Investasi
Jumat, 16 Desember 2011. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan pemerintah provinsi Bali akan lebih selektif dalam menerima investasi yang masuk ke Bali. Kebijakan ini sebagai upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Bali dan mewujudkan pemerataan pembangunan di Bali.
Hal tersebut disampaikan Made Mangku Pastika pada keteranganya di Renon, Rabu (14/12/2011)
Menurut Pastika, kebijakan selektif dalam menerima investasi yang diberlakukan Bali ke depannya termasuk selektif dalam pemilihan lokasi investasi. Dimana investor diharapkan tidak hanya berinvestasi di wilayah Bali selatan tetapi juga di wilayah Bali utara dan Bali Timur. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk melakukan pemerataan pembangunan dan menghapus kesenjangan sosial.
Read more
Kelaparan, Kera Alas Tanah Nenggan Masuk Kampung
Jumat, 16 Desember 2011. Kera penghuni alas (hutan) Nenggan, di Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri kelaparan. Akibatnya, tanaman padi petani yang lokasinya bersebelahan dengan Alas Nenggan diserang dan dijarah puluhan kera Alas Nenggan. Selain itu puluhan wanara sampai masuk kampung masuk rumah warga mencari makan.
Agar tanaman padinya selamat dari ancaman puluhan kera, petani setempat menjaga dan siaga 12 jam. Selain membawa ketapel petani setempat juga memanggul senapan angin untuk menakut-nakuti kera.
Gede Ketut Gegel salah satu petani setempat memperkirakan jumlah populasi kera mencapai 200 ekor. "Dulu hanya ada 35 ekor dan satu pejantan. Sekarang populasinya sudah mencapai 200 ekor,"jelasnya Rabu (14/11/2011).
Read more
E-JKBM Berlaku di Seluruh Bali pada 2012
Jumat, 16 Desember 2011. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan penerapan kartu elektronik jaminan kesehatan Bali mandara (e-JKBM) di seluruh Bali mulai awal 2012 mendatang. Implementasi kartu e- JKBM atau kartu elektronik jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin di Bali ini diharapkan akan semakin mempermudah masyarakat miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.
Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Nyoman Sutedja pada keteranganya di Renon, Rabu (14/12/2011) menyatakan dengan adanya e-JKBM maka tidak ada alasan lagi bagi puskesmas dan rumah sakit di Bali untuk menolak pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Selain itu masyarakat miskin juga tidak perlu lagi mengurus adminitrasi di tingkat kepala desa dan kecamatan untuk mendapatkan surat keterangan tidak mampu.
Read more
Aliansi LSM Bali Dorong Gubernur Tegas Tegakkan RTRWP
Jumat, 16 Desember 2011. Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bali mendesak Gubernur Bali Made Mangku Pastika agar tegas dan konsisten mengimplementasikan peraturan daerah (perda) rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) Bali.
Aliansi LSM Bali juga berharap Gubernur Bali untuk mengabaikan isu-isu yang dihembuskan pihak tertentu untuk melakukan revisi terhadap RTRWP Bali, apalagi adanya keinginan untuk menghapuskan poin Bhisama (fatwa) tentang kawasan suci dari Perda RTRWP.
Juru BIcara Aliansi LSM Bali Gusti Kade Sutawa saat membacakan pernyataan sikap Alinsi LSM Bali di Renon, Rabu (14/12) mengatakan seharusnya perda RTRWP Bali segera diimplementasikan bukan lagi diperdebatkan, apalagi di revisi.
Read more
Kemacetan Tak Diatasi, Bali Akan Ditinggal Turis
Jumat, 16 Desember 2011. Warga negara asing baik wisatawan maupun ekspatriat atau pekerja asing di Bali mengeluhkan kemacetan lalu lintas di Bali khususnya di wilayah Kuta dan sekitarnya. Jika masalah kemacetan ini tidak diatasi segera, dikhawatirkan Bali akan mulai ditinggalkan oleh para wisatawan yang sudah merasa tidak nyaman lagi berlibur ke Bali.
Keluhan soal kemacetan di Bali antara lain dikeluhkan warga Malaysia bernama Huzni Muit. Huzni yang bekerja di salah satu villa di Kuta ini juga mengeluhkan kemacetan yang semakin parah khususnya di kawasan Kuta dan sekitarnya.
"Kemacetan di Bali khususnya Kuta sudah parah, saya sendiri sering alami jika sedang nyetir mobil,"ujarnya di Kuta belum lama ini.
Menurut Huzni, jika persoalan kemacetan ini tidak segera dicarikan jalan keluar, maka akan berdampak negatif bagi Bali.
"Kalau kita tidak selesaikan masalah ini (kemacetan), kita akan kehilangan investor, banyak tamu yang akan pergi sehingga tidak ada return invesment. Kemacetan ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi Bali secara tidak langsung. Lama-lama Bali akan banyak kehilangan invesment dan turis. Nilai plus untuk Bali juga akan berkurang jika masalah ini tidak segera diatasi," ujar pria yang sudah 7 tahun tinggal di Bali ini.
Terkait hal ini, Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) Gusti Kade Sutawa menyatakan, persoalan kemacetan di Bali khususnya Kuta dan sekitarnya merupakan masalah klasik yang harus segera diatasi.
"Selain mengurangi jumlah kendaraan di jalan dan memperbaiki sistem transportasi publik, pemerintah juga perlu membangun infrastuktur yang memadai, seperti jalan tol atau jalan bawah tanah di kawasan yang macet tersebut. Keluhan terkait jalan macet sudah banyak sekali, kalau itu tidak bisa segera diperbaiki citra Bali akan terus menurun. Jadi mari percepat pembangunan kontruksi jalan tol di atas perairan dan juga jalan underpass, itu akan bisa cepat mengurai kemacetan," paparnya.
Untuk mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas yang semakin parah ini, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) VIII Ir Susalit Alius CES menyatakan pihaknya akan segera membangun jalan bawah tanah atau underpass di sekitar simpang Dewa Ruci Kuta. Proyek jalan bawah tanah pertama di Bali yang menelan biaya Rp 179 milyar ini akan dikerjakan mulai akhir tahun ini selama 18 bulan.
Panjang jalan bawah tanah direncanakan mencapai 800 meter, dengan lebar 18 meter, dan tinggi 5,2 meter. Jalan bawah tanah ini nantinya akan berada persis di tengah-tengah jalan "by pass" Ngurah Rai yang ada saat ini.
"Selama pengerjaan proyek underpass, pasti pengguna jalan akan sedikit terganggu. Kami berharap warga masyarakat yang melintas di jalan tersebut untuk memaklumi karena proyek ini dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah tersebut, disamping untuk kepentingan pelaksanaan KTT APEC 2013," jelas Susalit. (beritabalidotcom)
Read more
Akta Kawin Dibuat di Lokasi Upacara Adat
Jumat, 16 Desember 2011. Mulai 2012 pembuatan akta kawin akan mengacu pada Undang Undang No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Bagi umat Hindu yang melangsungkan perkawinan secara adat, pencatatan akta perkawinan akan dilaksanakan di wilayah dimana perkawinan secara adat Bali itu dilakukan.
"Mulai tahun 2012 pencatatan akta perkawinan harus sesuai dengan Undang Undang No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dimana peristiwa itu (perkawinan secara adat) terjadi, maka di daerah itu juga yang bersangkutan harus mengurus pencatatan akta perkawinannya," jelas Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, Pande Made Sri Artatik Msi di Denpasar (13/12/2011).
Terkait hal ini, Sri berharap agar masyarakat memperhatikan aturan yang berlaku sebelum melakukan pencatatan perkawinan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
"Contohnya warga Bali (Hindu) yang melakukan upacara perkawinan di kampung halamannya di Kabupaten Karangasem, tapi KTP atau domisilinya di Denpasar. Maka yang bersangkutan harus melakukan pencatatan akta perkawinan di kantor catatat sipil Kabupaten Karangasem, tidak bisa di Denpasar lagi meski KTP nya di Kota Denpasar," jelasnya.
Sri menyatakan yakin aturan itu tidak akan menghambat proses pencatatan akta perkawinan, karena masing-masing kabupaten/kota sudah mendapatkan sosialisasi terkait pelaksanaan undang undang tersebut. (beritabalidotcom)
Read more
Kaca Mobil Dipecah, Rp 260 Juta Amblas
Jumat, 16 Desember 2011. Aksi kejahatan dengan memecah kaca mobil terjadi di Denpasar . Uang milik UPT Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) sebesar Rp 260 juta raib digondol kawanan penjahat yang sebelumnya memecah kaca mobil yang diparkir di Jalan Mahendrata, pada Selasa (13/12) siang.
Kasus kepruk kaca ini terjadi sekitar pukul 11.30 Wita. Dari informasi awal, uang tunai ratusan juta itu baru saja diambil oleh salah satu staf UPT Disdikpora, Made Kaniyasa (55) di BPD cabang Gajah Mada, Denpasar.
Read more
Petani di Bali Dianggap Pekerjaan Kasta Rendah
Senin, 05 Desember 2011, Jumlah petani di Bali kini semakin berkurang karena rendahnya minat untuk menjadi petani. Salah satu penyebabnya karena petani dianggap pekerjaan kasta rendah. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, di Denpasar (4/12/2011).
"Secara psikologi sosial, di Bali petani itu dianggap kurang bergengsi, dianggap kelompok golongan sosial yang paling rendah, dari kasta Sudra, paling rendah. Saat ini tidak ada anak petani yang cita-citanya jadi petani. Yang lulus dari fakultas pertanian tidak ada yg mau jadi petani, tapi maunya jadi kadis (kepala dinas) pertanian. Petani di Bali saat ini sudah tua tua,"ujar Pastika.
Read more
Kapal Luar Kapok Berlabuh di Celukan Bawang
Senin, 5 Desember 2011, Kabupaten Buleleng memiliki pelabuhan alam Celukan Bawang yang amat potensial untuk dikembangkan. Namun banyak kapal dari luar Bali yang kapok berlabuh di sana dan memilih untuk berlabuh di pelabuhan Jawa Timur.
Hal ini disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dalam acara coffe morning dengan wartawan dan pimpinan redaksi media di Bali hari ini (4/12/2011) di rumah dinas Gubernur Bali, di Denpasar.
"Pelabuhan Celukan Bawang itu pelabuhan bagus, tapi kapal makin sedikit yang sandar di sana karena costnya (biaya) tinggi. Baru sandar, ada barang yang hilang, jadi orang males ke sana. Kini kapal dari luar Bali lebih memilih untuk sandar atau berlabuh bongkar barang di pelabuhan di Jawa Timur karena lebih murah,"ujar Pastika.
Read more
Gubernur Pastika Bantah Konflik dengan Wakilnya
Senin, 5 Desember 2011, Gubernur Bali Made Mangku Pastika membantah adanya konflik atau perang dingin dengan wakilnya Anak Agung Puspayoga. Pastika menyatakan hubungan mereka baik-baik saja.
Hal ini disampaikan Pastika kepada wartawan di acara coffe morning di rumah dinas Gubernur Bali, Jayasabha Denpasar, hari ini (4/12/2011). Acara ini dihadiri pimpinan organisasi Wartawan, pemimpin redaksi media di Bali, wartawan, serta kalangan akademisi dan cendekiawan.
"Tidak ada masalah antara saya dengan pak wakil gubernur. Pagi ini beliau tidak bisa hadir di sini karena lagi ada urusan di luar kota, jadi tidak ada masalah apa-apa sebenarnya," ujar Pastika, yang didampingi beberapa kepala dinas di lingkungan Pemprov Bali.
Read more
|
|
|
Berita Bali Terkini
Cari tahu berbagai kegiatan, event, dan kejadian yang sedang terjadi di Bali saat ini dengan menyimak halaman Berita Bali Terkini di situs kami. Berita Bali Terkini menyajikan berbagai berita di Bali secara online dari beberapa sumber media.
|
|
|
|
|
|